Kamis, 23 Januari 2014

UAS KIMIA ORGANIK FISIK


UJIAN AKHIR SEMESTER
MATA KULIAH      : KIMIA ORGANIK FISIK
SKS                            : 3 SKS
DOSEN                      : Dr.SYAMSURIZAL
NAMA                       : UTARI
NIM                            : F1C111025

SOAL :
  1. Sebagai orang kimia, anda tentu mengenal TNT, yaitu bom yang banyak di gunakan dalam medan perang. Kalau senyawa ini dibuat jelaskan bagaimana cara mengontrol laju reaksi dan sekaligus mengontrol termodinamikanya. Kemukakan pula pendekatan kimia untuk mengendalikan kemungkinan terjadinya ledakan.
  2. Reaksi-reaksi radikal bebas lazimnya sukar dikontrol untuk mendapatkan suatu produk tunggaldalam jumlah banyak. Kemukakan apa saja upaya yag dapat anda lakukan untuk mengendalikan laju propagasi reaksi, berikan contoh reaksinya.
  3. Buatlah senyawa 3-metil heksanol dengan menggunakna senyawa etana sebagai bahan dasar
  4. Jelaskan peran kimia organic fisik dalam menjelaskan kemudahan suatu senyawa organic mengalami reaksi sublimasi. Berikan cntoh senyawa organiknya.

JAWAB :

  1. JAWAB :
Trinitrotoluena (TNT, atau Trotyl) adalah hidrokarbon beraroma menyengat berwarna kuning pucat yang melebur pada suhu 354 K (178 °F, 81 °C). Trinitrotoluena adalah bahan peledak yang digunakan sendiri atau dicampur, misalnya dalam Torpex, Tritonal, Composition B atau Amatol. TNT dipersiapkan dengan nitrasi toluene C6H5CH3; rumus kimianya C6H2(NO2)3CH3, and IUPAC name 2,4,6-trinitrotoluene. Pengendalian yang harus dilakukan adalah dengan mengendalikan fktor eksternal yang berupa :


  • Temperature
Karena temperature sangat mempengaruhi kecepatan reaksi yang akan meningkat dengan meningkatnya temperature bahkan bisa lebih 2 kali atau 3 kali lebih cepat saat kenaikan suhu.
  • Konsentrasi TNT
Konsentrasi juga mempengaruhi dalam kecepatan reaksi kimia, jika konsentrasi rendah maka kecepatan reaksi juga rendah dan sebaliknya.
  • Luas permukaan
Jika ukuran partikel lebih halus maka akan lebih memperluas permukaan dan kecepatan reaksi akan semakin besar.
  • Radiasi
Radiasi juga mempengaruhi kecepatan reaksi dengan adnya radiasi UV dan UV-VIS seperti O2
Pengendalian nitrogen oksida dalam asam nitrat sangat penting karena bebas nitrogen dioksida dapat menyebabkan oksidasi kelompok metil dari toluena. Reaksi ini sangat eksotermik dan disertai dengan risiko berupa ledakan.

  1. JAWAB :
Untuk keperluan kinetika, radikal bebas dapat didefinisikan sebagai sebuah atom atau spesies molekul yang mengandung satu atau lebih elektron-elektron tak berpasangan.pada tahap propagasi ini  Setelah terbentuk radikal bebas dengan kereaktifan yang tinggi yang kemudian dapat bereaksi dengan setiap spesies yang ditemukan. Pada tahap ini akan terbentuk radikal bebas yang baru, karena radikal bebas yang dihasilkan pada tahap awal bereaksi dengan molekul lain. Selanjutnya radikal bebas baru tersebut dapat pula bereaksi dengan molekul atau radikal bebas yang lain. Oleh karena itu dalam proses propagasi dikatakan terjadi reaksi berantai. Apabila radikal bebasnya sangat reaktif, misalnya radikal alkil, maka terjadi rantai yang panjang karena melibatkan sejumlah besar molekul. Apabila radikal bebasnya kereaktifannya rendah, misalnya radikal aril, maka kemampuannya bereaksi rendah sekali, sehingga rantai yang terjadi pendek, bahkan mungkin tidak terjadi rantai.
Contoh reaksinya :
(1) Br • + RH → R • + HBr
(2) R• + Br2 → RBr + Br

Penghasil Br2 dalam reaksi ini adalah reaksi antara NBS dan HBr yang dihasilkan dari persamaan reaksi (1) diatas. Dengan demikian fungsi NBS adalah sebagai sumber brom dengan konsentrasi yang rendah dan mengikat HBr yang dibebaskan dari persamaan reaksi (1). Jadi upaya yang dapat di lakukan adalah dengan di reaksikan dengan pereaksi yang memiliki konsentrasi rendah, salah satu contoh yaitu NBS (N-Bromosusinimida).

  1. JAWAB :



  1. JAWAB :

Kimia organic fisik pada hakekatnya adalah mengkaji aspek fisik dari suatu senyawa organic. Dengan mengetahui secara baik aspek fisik suatu molekul organic maka dapat di rancang suatu sintesa molekul target tertentu dengan pendekatan diskoneksi terutama mensintesis suatu senyawa yang bermanfaat khususnya untuk obat-obatan yang secara alami kadarnya sangat rendah dalam makhluk hidup. Sehingga pada hal ini sangat terkait dengan proses sublimasi.
Pemanasan yang dilakukan terhadap senyawa organik akan menyebabkan terjadinya perubahan fasa, salah satunya antara lain apabila zat pada temperatur kamar berada dalam keadaan padat, pada temperatur tertentu akan langsung berubah menjadi fasa gas tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu disebut sublimasi. Sublimasi adalah proses perubahan zat dari fasa padat menjadi uap, dan uap dikondensasi langsung menjadi padat tanpa melalui fasa cair.
Pada proses sublimasi, senyawa padat bila dipanaskan akan menyublim, langsung terjadi perubahan dari padat menjadi uap tanpa melalui fasa cair dahulu. Kemudian uap senyawa tersebut, bila didinginkan akan langsung berubah menjadi fasa padat kembali. Senyawa padat yang dihasilkan akan lebih murni dari pada senyawa padat semula, karena pada waktu dipanaskan hanya senyawa tersebut yang menyublim sedangkan pengotornya tetap tertinggal dalam cawan/gelas piala.
Contoh senyawanya yaitu :
Naftalen (kapur barus)
Naftalena adalah hidrokarbon kristalin aromatik berbentuk padatan berwarna putih dengan rumus molekul C10H8 dan berbentuk dua cincin benzena yang bersatu. Senyawa ini bersifat volatil, mudah menguap walau dalam bentuk padatan.

ki