UJIAN
AKHIR SEMESTER
MATA
KULIAH : KIMIA ORGANIK FISIK
SKS : 3 SKS
DOSEN : Dr.SYAMSURIZAL
NAMA : UTARI
NIM : F1C111025
SOAL
:
- Sebagai orang kimia, anda tentu mengenal TNT, yaitu bom yang banyak di gunakan dalam medan perang. Kalau senyawa ini dibuat jelaskan bagaimana cara mengontrol laju reaksi dan sekaligus mengontrol termodinamikanya. Kemukakan pula pendekatan kimia untuk mengendalikan kemungkinan terjadinya ledakan.
- Reaksi-reaksi radikal bebas lazimnya sukar dikontrol untuk mendapatkan suatu produk tunggaldalam jumlah banyak. Kemukakan apa saja upaya yag dapat anda lakukan untuk mengendalikan laju propagasi reaksi, berikan contoh reaksinya.
- Buatlah senyawa 3-metil heksanol dengan menggunakna senyawa etana sebagai bahan dasar
- Jelaskan peran kimia organic fisik dalam menjelaskan kemudahan suatu senyawa organic mengalami reaksi sublimasi. Berikan cntoh senyawa organiknya.
JAWAB
:
- JAWAB :
Trinitrotoluena (TNT, atau Trotyl)
adalah hidrokarbon beraroma menyengat berwarna kuning pucat yang melebur pada
suhu 354 K
(178 °F, 81 °C).
Trinitrotoluena adalah bahan peledak
yang digunakan sendiri atau dicampur, misalnya dalam Torpex,
Tritonal,
Composition B
atau Amatol.
TNT dipersiapkan dengan nitrasi
toluene
C6H5CH3;
rumus kimianya C6H2(NO2)3CH3,
and IUPAC name
2,4,6-trinitrotoluene. Pengendalian yang harus dilakukan adalah dengan
mengendalikan fktor eksternal yang berupa :
- Temperature
Karena temperature sangat
mempengaruhi kecepatan reaksi yang akan meningkat dengan meningkatnya
temperature bahkan bisa lebih 2 kali atau 3 kali lebih cepat saat kenaikan
suhu.
- Konsentrasi TNT
Konsentrasi juga mempengaruhi dalam
kecepatan reaksi kimia, jika konsentrasi rendah maka kecepatan reaksi juga
rendah dan sebaliknya.
- Luas permukaan
Jika ukuran partikel lebih halus
maka akan lebih memperluas permukaan dan kecepatan reaksi akan semakin besar.
- Radiasi
Radiasi juga mempengaruhi kecepatan
reaksi dengan adnya radiasi UV dan UV-VIS seperti O2
Pengendalian
nitrogen oksida dalam asam nitrat
sangat penting karena bebas nitrogen dioksida dapat menyebabkan
oksidasi kelompok metil dari toluena. Reaksi ini sangat eksotermik dan disertai
dengan risiko berupa ledakan.
- JAWAB :
Untuk
keperluan kinetika, radikal bebas dapat didefinisikan sebagai sebuah atom atau
spesies molekul yang mengandung satu atau lebih elektron-elektron tak
berpasangan.pada tahap propagasi ini Setelah terbentuk radikal bebas
dengan kereaktifan yang tinggi yang kemudian dapat bereaksi dengan setiap
spesies yang ditemukan. Pada tahap ini akan terbentuk radikal bebas yang baru,
karena radikal bebas yang dihasilkan pada tahap awal bereaksi dengan molekul
lain. Selanjutnya radikal bebas baru tersebut dapat pula bereaksi dengan
molekul atau radikal bebas yang lain. Oleh karena itu dalam proses propagasi
dikatakan terjadi reaksi berantai. Apabila radikal bebasnya sangat reaktif,
misalnya radikal alkil, maka terjadi rantai yang panjang karena melibatkan
sejumlah besar molekul. Apabila radikal bebasnya kereaktifannya rendah,
misalnya radikal aril, maka kemampuannya bereaksi rendah sekali, sehingga
rantai yang terjadi pendek, bahkan mungkin tidak terjadi rantai.
Contoh
reaksinya :
(1) Br • + RH → R • + HBr
(2)
R• + Br2 → RBr + Br
Penghasil
Br2 dalam reaksi ini adalah reaksi antara NBS dan HBr yang dihasilkan dari
persamaan reaksi (1) diatas. Dengan demikian fungsi NBS adalah sebagai sumber
brom dengan konsentrasi yang rendah dan mengikat HBr yang dibebaskan dari
persamaan reaksi (1). Jadi upaya yang dapat di lakukan adalah dengan di
reaksikan dengan pereaksi yang memiliki konsentrasi rendah, salah satu contoh
yaitu NBS (N-Bromosusinimida).
- JAWAB :
- JAWAB :
Kimia organic fisik pada hakekatnya
adalah mengkaji aspek fisik dari suatu senyawa organic. Dengan mengetahui
secara baik aspek fisik suatu molekul organic maka dapat di rancang suatu
sintesa molekul target tertentu dengan pendekatan diskoneksi terutama
mensintesis suatu senyawa yang bermanfaat khususnya untuk obat-obatan yang
secara alami kadarnya sangat rendah dalam makhluk hidup. Sehingga pada hal ini
sangat terkait dengan proses sublimasi.
Pemanasan yang
dilakukan terhadap senyawa organik akan menyebabkan terjadinya perubahan fasa,
salah satunya antara lain apabila zat pada temperatur kamar berada dalam
keadaan padat, pada temperatur tertentu akan langsung berubah menjadi fasa gas
tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu disebut sublimasi. Sublimasi adalah
proses perubahan zat dari fasa padat menjadi uap, dan uap dikondensasi langsung
menjadi padat tanpa melalui fasa cair.
Pada proses sublimasi, senyawa padat bila dipanaskan akan menyublim, langsung terjadi perubahan dari padat menjadi uap tanpa melalui fasa cair dahulu. Kemudian uap senyawa tersebut, bila didinginkan akan langsung berubah menjadi fasa padat kembali. Senyawa padat yang dihasilkan akan lebih murni dari pada senyawa padat semula, karena pada waktu dipanaskan hanya senyawa tersebut yang menyublim sedangkan pengotornya tetap tertinggal dalam cawan/gelas piala.
Pada proses sublimasi, senyawa padat bila dipanaskan akan menyublim, langsung terjadi perubahan dari padat menjadi uap tanpa melalui fasa cair dahulu. Kemudian uap senyawa tersebut, bila didinginkan akan langsung berubah menjadi fasa padat kembali. Senyawa padat yang dihasilkan akan lebih murni dari pada senyawa padat semula, karena pada waktu dipanaskan hanya senyawa tersebut yang menyublim sedangkan pengotornya tetap tertinggal dalam cawan/gelas piala.
Contoh senyawanya yaitu
:
Naftalen (kapur barus)
Naftalena
adalah hidrokarbon kristalin aromatik berbentuk padatan berwarna putih dengan
rumus molekul C10H8 dan berbentuk dua cincin benzena yang
bersatu. Senyawa ini bersifat volatil, mudah menguap walau dalam bentuk
padatan.
ki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar